Uses and Gratification

NAMA :PRISKA NUR SAFITRI
NIM :131211054
JUR :KPI
MAKUL :TEORI KOMUNIKASI
PENGUNAAN, KEPUASAN, dan KETERGANTUNGAN
Teori penggunaan dan ketergantungan
‘’Teori penggunaan dan kepuasan’’ atau uses-and-gratifications theory merupakan teori yang paling populer dalam komunikasi massa. Teori penggunaan dan kepuasan memfokuskan perhatian pada audiensi sebagai konsumen media massa, dan bukan pesan yang disampaikan.
Asumsi teori menurut Katz, Blumler dan Gurevitch
1. Audiensi aktif dan berorentasi pada tujuan ketika menggunakan media.
2. Inisiatif untuk mendapatkan kepuasan media ditentukan audiensi.
3. Media bersaing dengan sumber kepuasan lain.
4. Audiensi sadar sepenuhnya terhadap ketertarikan, motif, dan penggunaan media.
5. Penilaian isi media ditentukan oleh audiensi.
Model nilai harapan atau dugaan
Philip Palmgreen (1984) mengajukan gagasan bahwa perhatian audiensi terhadap isi media ditentukan oleh yang dimilikinya. Bahwa kepuasan yang diperoleh seseorang dari media ditentukan oleh sikap orang tersebut terhadap media, yaitu kepercayaan dan evaluasi yang diberikan terhadap isi pesan dari media itu. Sementara itu David Swanson dan Austin Barbow menguji hubungan nilai harapan dan kepuasan terhadap media, yaitu penelitian mengenai kebiasaan menonton televisi program berita terhadap pelajar/siswa. Dalam penelitiannya menguji mengenai sikap pelajar/siswa terhadap program berita yang ditayangkan oleh media televisi.

Teori ketergantungan
Sandra Ball-Rokeach dan Malvin DeFleur adalah yang pertama mengusulkan teori ketergantungan(depedency theory). Membahas selangkah lebih maju mengenai bagaimana pengaruh media. ‘’Teori ketergantungan’’ menekankan pada pendekatan sistem secara luas.
Dalam masyarakat industri modern orang bergantung pada media untuk:
1. Memahami dunia sosial,
2. Bertindak bijak dalam masyarakat,
3. Untuk menemukan fantasi.
Sandra Ball-Rokeach dan Malvin DeFleur menyatakan bahwa faktor yang menentukan ketergantungan seseorang terhadap media adalah:
1. Untuk memenuhi kebutuhannya,
2. Stabilitas sosial.
Dalam model penggunaan dan ketergantungan ‘’uses and dependency model’’, elemen tertentu dalam sistem media. Perbedaan individu dan sistem media menyebabkan orang bergantung pada media. Semakin besar ketergantunggan seseorang pada media, maka semakin besar pula efek yang akan ditimbulkan. Menurut M.M. Miller dan S.D. Reese (1982) dalam penelitiannya menemukan efek media semakin besar terjadi pada mereka yang bergantung kepada media dibandingkan dengan mereka yang tidak.
Para ahli setuju bahwa gagasan teori penggunaan dan kepuasan bergantung pada informasi yang diberikan media untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, ketergantungan media merupakan hasil dari dua faktor penting yaitu motif audiensi untuk mendapatkan kepuasan dan ketersediaan alternatif tontonan.
Teori penggunaan, kepuasan, dan ketergantungan termasuk dalam tradisi sosiopsikologis karena teori penggunaan, kepuasan, dan ketergantungan menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang dalam kehidupannya, baik tingkah laku, perbuatan, maupun sikap dipengaruhi oleh media yang berperan dalam diri individu. Serta sejauh mana individu tersebut meggunakan media tersebut secara optimal untuk wawasan ataukah sebaliknya.

Daftar Pustaka
Morisson. 2013. Teori Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Karen A. Foss, Stephen W. Littlejohn. 2011. Teori Komunikasi. Jakarta: Salemba Humanika

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s